Total Tayangan Laman

Foto saya
Yogyakarta, DIY, Indonesia
Seorang pelajar yang menjadi penulis freelance. Look like a Girl, Act like a Lady and Work like a Boss!

Sabtu, 28 Februari 2015

Terimakasih Prof. Dr. Noeng Muhadjir

Ini adalah sebuah pengalaman terhebat yang pernah aku alami. Apa yang lebih hebat daripada cerpen kamu masuk koran? Cerpen kamu dikritik oleh seorang Guru Besar Filsafat Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta! Namanya Prof. Dr. Noeng Muhadjir. Awalnya jujur enggak percaya dan sekaligus bangga. Namun ketika baca suratnya, aku malah gak paham... beliau menggunakan bahasa yang luar biasa rumit. Tetapi tidak mengurangi rasa terimakasih saya pada beliau. 
Dalam suratnya beliau berkata : 


Pro Cucunda :
Dyar Ayu Budi Kusuma

Hal          :  Cerma anda di KR 15 Januari 2015
Assalamualaikum w.w,
                Sampai dua pertiga cerita anda “Dia Ibuku” benar-benar permainan bahasa hermeneutic. Luar biasa. Umumnya sastrawan membuat cerita dalam sekuensi strukturalisme, paling jauh semantic. Nuansa cerita semantic seluruh jalan fikiran dikendalikan oleh penulis cerita, dengan akhir cerita runtut. Seperti akhir cerita yang 17 baris. Juga peralihan anda yang 11 baris terakhir sebelumnya.
                Bila anda mampu membuat cerita dalam liku-liku sebelum28 baris itu bagus sekali. Pembaca terpaksa berusaha membuat pemahamannya sendiri. Dan setiap pembaca dibuat cerdas membuat kesimpulannya. Bayangkan : melekat wajah cantik anda dari ibumu yang tuna netra. Dibalik itu anda tersiksa mendengar ketuk tongkat ibumu. Ibumu membelaimu, anda merasa hanya diraba. Disiapkan makan dengan kasih sayang. Jujur, saya malu Ibu harus mewakiliku. Papa dan mamanya Dian tidak acuh, sedangkan dia kaya. Dihentikan cerita seperti itu akan membuat cerita anda poststrukturalisme atau postmodern hermeneutic.
                Saya berharap komentar saya ini mendorong anda punya cita-cita tinggi. Karena anda cerdas dari cara anda mengemas cerita, masuklah Perguruan Tinggi, belajar ilmu yang membuat anda dapat mencapai cita-cita tinggi dan berbuat banyak kebajikan. Sastrawan yang cerdas dan bijak hendaknya menjadi bagian hidup anda, bukan satu-satunya cita anda.


Prof. Dr. Noeng Muhadjir
Jl. Deresan I/3 Yg. Tilp 562380


5 komentar:

  1. hmm, sosok yang menginspirasi..

    BalasHapus
  2. Wah hebat, dapat pujian dr Prof. Noeng Muhadjir. Congrats, Mbak! Saya jadi tertarik mau membaca cerpennya. Boleh di-share mungkin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di blog ini kok cerpennya mas

      Hapus

Arsip Blog